NYATA DAN TERNYATA
NYATA DAN TERNYATA
Salah satu pintaku paling dalam, terwujud
Apa kamu ingin dengar?
Tapi apa kamu akan percaya?
Setelah keajaiban itu datang
Mataku tak lepas dari tubuhmu
Masih tamak menginginkan kemustahilan terjadi
Setelah dengan keras ku panggil namamu
Tatapanku tak putus dari wajahmu
Bertanya-tanya, adakah kamu senang sepertiku?
Adakah kali ini tergerak hatimu?
Tuhan, terimakasih atas kuasamu
Kau kabulkan keinginan terbesarku
Tapi Tuhan, bisakah berkali lagi ku ajukan
Pintaku yang lainnya, meski permintaan itu gila
Tapi Tuhan, bolehkah aku begini?
Kenapa Tuhan?
Kenapa engkau memberiku hadiah itu?
Lantas bagaimana sekarang saat hatiku semakin jatuh?
Ternyata semakin dalam cinta ini padanya
Lantas apa langkahku selanjutnya, Tuhan?
Berterus terang untuk kesekian kali dihadapannya?
Layaknya si dungu yang tolol menyatakan perasaannya?
Sedang dia mempermaikan perasaanku seenaknya?
Aku takut, terlalu seram membayangkannya
Saat aku yakin dia mengutarakan hal yang sama
Yang kuterima kekalahan telak
Bodoh, goblok termangu dihadapannya
Dia sudah berkali-kali bilang "sudah tidak ada apa-apa lagi"
Getir hatiku, tergertak keras
Artinya aku sudah lenyap dari perjalanannya
Bahkan seolah aku tidak pernah ada sebelumnya
Hanya tinggal aku sendiri yang merintih
Menggenggam kencang kenangan kita bersama
Sekali lagi, ku lihat wajahnya dari kejauhan
Kali ini terlihat jelas ada yang berubah dari rautnya
Seolah mengatakan "akhirnya aku lepas dari kenangan buruk kemarin"
Ya, rona mukanya sudah secerah itu
Bibirnya sudah selepas itu ketika tertawa
Benarkah aku dibuang selamanya?
Tak sedikitpun lagi tersisa tentang aku?
Tuhan, bagaimana ini?
Tolong aku!
Aku mencintainya sampai selamanya!
A
Komentar
Posting Komentar